TWITTER

OPINI
LINK TERKAIT
GPS: Hanya OSO dan Pawisik Niskala yang Bisa Rubah Keputusan Saya
Ditulis oleh : Putu Suryasih | 29 Desember 2017 - 18:20:42 WIB

Politisi Partai Hanura Gede Pasek Suardika (GPS) memastikan dirinya tidak akan maju sebagai Cawagub untuk mendampingi Ketut Sudikerta dalam Pilgub Bali 2018. Menariknya, Pasek menegaskan hanya akan maju bila ada perintah dari Ketum Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) dan pawisik niskala (bisikan, Red).

Pernyataan tersebut terlontar saat Anggota DPD RI Dapil Bali ini menemui fungsionaris Partai Hanura Buleleng,  di Singaraja,  Kamis (28/12) siang. Pasek menyebut jika Hanura Bali pasti akan turut menjadi faktor penentu dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Pilgub Bali pasti dinamikanya lebih seru, lebih dinamis. Hanura meskipun baru memiliki satu kursi hasil pemilu tahun 2014 lalu, tetapi Hanura akan menjadi faktor penentu juga dalam Pilgub Bali," ujar Pasek Suardika di Rumah Makan Manalagi, Singaraja.

Menurutnya saat ini komunikasi politik terus dilakukan dengan para kandidiat.  Pria yang kini menjabat Waketum Hanura ini menjamin Partai Hanura akan tetap hadir dalam perhelatan Pilgub tersebut. “Entah itu kehadirannya sebagai kandidat, pengusung atau pendukung kami akan selalu hadir dalam tiga variabel itu,” terangnya.

Ditanya terkait rencananya maju mendampingi Ketut Sudikerta sebagai Cawagub, Pasek Suardika menyebut bahwa dirinya sudah mundur dari pencalonan sejak sebulan lalu. Pasek mengaku selama ini hanya ingin maju dengan partner yang memiliki karakter sama, bukan tokoh yang memiliki karakter ragu-ragu.

“Kalau saya sudah menyatakan sebulan lalu, saya batal untuk maju. Dan saya sudah sampaikan itu. Karena kita kalau ingin maju memang kita harus punya partner yang juga memiliki karakter sama. Tapi kalau yang satu karakternya ragu-ragu, nanti takutnya tidak maksimal. Jadi secara pribadi saya sudah pastikan mudur sebulan lalu, dan tidak akan maju di Pilgub,” akunya.

Tetapi Pasek menyebut kader Hanura siap kalau memang diperlukan. Ia pun menyebut sederet kader Hanura seperti Putu Bagiada mantan Bupati Buleleng dua periode. Artis Pop Bali Dek Ulik juga disebutnya potensial untuk maju di perhelatan Pilgub Bali.

“Kami masih punya banyak kader-kader Hanura yang siap. Kalau memang itu diperlukan, kita akan dorong dengan variabel yang berbeda-beda kualifikasinya. Misalnya ada Bapak Putu Bagiada, pernah dua kali jadi Bupati, pengalaman di Pemerintahan. Ada Dek Ulik, artis Bali yang memiliki penggemar seluruh Bali dari ibu-ibu dan anak muda. Ada Bapak Wayan Adnyana yang juga pintar jebolan ITB dan Unair. Kita punya banyak stok lah” terangnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini berulang kali mengatakan jika dirinya sudah dipastikan tidak akan maju. “Hanya perintah Ketua Umum (Oesman Sapta Oedang, Red) dan restu Niskala saja yang bisa mengubah keputusan saya. Tetapi saya pribadi sudah pasti tidak akan maju. Kecil kemungkinannya,” tegasnya.

Ditanya terkait arah dukungan, Pasek memastikan akan mendukung kandidat yang sevisi dengan program Hanura untuk masyarakat Bali. Bahkan, arah dukungan akan diberikan kepada kandidat setelah pemaparan visi, misi dan konsep dilakukan.

“Nanti dilihat. Kalau kita mengusung kandidat, otomatis kita menjadi pengusung. Tapi kalau kita tidak jadi pengusung, maka dukungan itu kemungkinan besar akan kita lakukan setelah kita mendengarkan visi, misi dan konsep dari masing-masing kandidat. Karena Hanura juga memiliki program untuk kepentingan masyarakat Bali. Kita akan sodorkan program itu, mana kandidat yang bisa memenuhi program itu dijalankan, itu yang akan kita dukung,” tegasnya.

Sementara itu mantan Bupati Buleleng dua periode, Putu Bagiada yang baru dua bulan masuk Hanura mengatakan pihaknya siap maju sebagai Bakal Cawagub jika memang partai menghendakinya. Selama ini Bagiada tak menampik jika namanya santer disebut-sebut untuk maju sebagai Bacawagub di Pilgub Bali.“Ya kalau memang itu tugas dan kewajiban sebagai anggota partai, ya silahkan kalau memang partai mengehendaki. Saya siap. Yang penting kan siap memenangakan.

Disinggung terkait komunikasi politik, Bagiada menyebut kalau dirinya pernah dicari kandidat untuk menjalin komunikasi. Hanya saja, sampai saat ini masih belum ada kepastian. “Sejauh ini memang saya dengar isu itu, tapi kepastiannya belum. Memang pernah dicari kandidat, tapi terserah dia. Kalau memang diminta, ya siap. Kalau itu kesempatan dan kepercayaan harus kita jalani,” tutupnya. 

Sumber :

https://www.jawapos.com/baliexpress/read/2017/12/28/36431/gps-hanya-oso-dan-pawisik-niskala-yang-bisa-rubah-keputusan-saya


JAJAK PENDAPAT
AGENDA TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 61145 kali