TWITTER

OPINI
LINK TERKAIT
Mental Juara Menuju Juara
Ditulis oleh : Putu Suryasih | 19 Februari 2018 - 13:23:10 WIB

Final Piala Presiden kali ini sangat luar biasa. Sejak awal para pecinta bola sudah berburu tiket, dan itu tentu ada alasannya. Final kali ini menghadirkan tim berkualitas di tanah air, yaitu Bali United melawan tuan rumah Persija.

Taburan pemain papan atas diantara kedua klub yang jadi idola lintas daerah menjadi magnetnya. Dan di sini bertemu juga dua kesebelasan yang bermental juara.

Bedanya, Persija adalah kesebelasan langganan juara, sementara Bali United baru mentalnya juara, dan tinggal selangkah lagi baru merasakan jadi juara.

Semua tentu masih ingat Liga 1 tahun 2017 yang baru lalu. Walau pemenangnya adalah Bhayangkara FC, tetapi publik tetap menilai Bali United lah juara de facto.

Pertandingan final kali ini jadi momentum Bali United meneguhkan diri sebagai juara sejati. Semangat dan motivasi itu akan menjadi nilai tambah bagi Bali United.

Tampilan llija Spasojevic, M Taufiq, hingga sektor belakang Demerson, Andhika, dan kiper "Spider" Wawan Hendrawan akan menjadi tampilan bersejarah. Termasuk bagi Pelatih Widodo C Putro yang akan menjadi pembuktian tangan dinginnya sebagai pelatih. Akan makin maknyus kalau Irfan Bachdim bisa diturunkan dengan prima. 

Di sisi lain, Persija juga tidak mau dipermalukan di depan Jakmania yang sangat fanatik. Bambang Pamungkas dan kawan kawan tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Tren positif permainan tim besutan pelatih asal Brasil Stefano Cugurra Teco sangat menonjol. Apalagi Gubernur DKI Anies Baswedan menginjeksi vitamin sesumbarnya, kalau Persija akan mengalahkan Bali United 3-1.

Analisa Anies Baswedan tentu masih sangat mentah karena tidak paham kharakteristik tim Bali United.

Bali United adalah tim yang solid walau melakukan pertandingan tandang, apalagi kandang. Kandidat juara Sriwijaya FC yang digawangi pelatih nasional Rahmad Darmawan tidak berkutik bahkan nyaris putus asa dengan pertahanan berlapis ala Bali United.

Dan yang terpenting, dan dilupakan banyak orang. Bali United di ajang Piala Presiden selalu tampil memuaskan bila melawan Persija.

Selain pada pertandingan awal lalu kalahkan Persija 3-2, sebelumnya juga di Piala Presiden tahun 2015, Bali United mengalahkan Persija dengan skor telak 3-0.

Jadi tradisi mengalahkan Persija yang bertabur pemain bintang itu bukanlah hal baru bagi Bali United. Faktor itu akan bisa memberikan tambahan kekuatan mental bagi Bali United.

Tambahan energi dari pemain ke-12 dengan kehadiran suporter yang rela dari Bali maupun dari kawasan Sejabotabek tentu menjadi tambahan motivasi bagi pemain Bali United.

Tentu tetap saja tidak bisa menyaingi Jakmania yang sudah sejak awal memblok tiket sebanyak 50 ribuan, dan belum lagi Jakmania yang membeli sendiri.

Namun demi lambang Bali di dada, maka jiwa puputan harus tetap dikumandangkan.

Dan satu catatan lagi, jajaran pelatih dan pemain harus menyiapkan mental kemungkinan terjadinya adu penalti dalam pertandingan tersebut. Sebab kalau adu penalti, maka tidak hanya kualitas para pemain penendang 12 pas yang menentukan tetapi juga mental melawan tekanan suporter lawan harus diantisipasi.

Momentum Piala Presiden akan jadi sejarah penting Bali United meneguhkan dirinya sebagai kesebelasan juara, dengan memulai membawa Piala Presiden yang diukir oleh pemahat asal Gianyar Ida Bagus Lasem itu bisa kembali ke tanah dewata lewat pertandingan yang terhormat.

Setelah itu fokus piala AFC dan kompetisi liga 1 yang sebentar lagi juga akan bergulir.

Sumber :

Tribun Bali Sabtu 17 Februari 2018

JAJAK PENDAPAT
AGENDA TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 69796 kali