TWITTER

OPINI
LINK TERKAIT
Bahas Tata Kelola Keuangan Berbasis Hindu
Ditulis oleh : Putu Suryasih | 02 Mei 2018 - 13:25:07 WIB

 GPS menjelaskan, diskusi soal perspektif bisnis, terlebih mengkhusus tentang tata kelola keuangan berbasis ajaran Hindu sangat asing terdengar. Hindu, kata dia, selama ini hanya berkutat pada tata nilai sosial, historis, ritual dan upakara. Sehingga menurutnya sangat sangat menarik untuk dibahas sesuai perkembangan kekinian dalam beragama.

"Saudara kita dari umat lain sudah jauh melangkah Lembaga keuangan berbasis keagamaan dengan tata cara yang diatur dalam ajaran agamanya dikupas mendalam, kemudian diimplementasikan. Salah satu yang menonjol adalah konsep Syariah," kata GPS di sela RDP yang mengusung tema "Membangun Koperasi sebagai Sokoguru Kesejahteraan Bersama untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", Pembagian Sisa Hasil Usaha Berlandaskan Weda', tersebut.

Terkait Koperasi, GPS menilai konsep itu merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan, berpeluang tinggi menyokong perekonomian negara. Negara-negara dengan ekonomi kuat di dunia pun diketahui memiliki manajemen koperasi yang baik. "Negara-negara yang manajemen koperasinya kuat cenderung maju, misalnya Swedia, Ekonominya sangat kuat, sulit digoncangkan meski ekonomi dunia tidak stabil," kata GPS.

Ia menjelaskan, dalam koperasi terdapat konsep gotong royong, kebersamaan, dan kesamaan (egaliter). Koperasi tidak bersifat kapitalis penuh yang memposisikan pemegang modal sebagai pucuk utama keuntungan, sementara sisanya adalah karyawan. Dalam koperasi semua anggota memiliki hak yang sama, jika untung akan menjadi untung seluruh anggotanya.

"Dengan adanya koperasi bisa membuka lapangan kerja. Bisa membangun ekonomi dengan investasi yang tidak terlalu besar tapi bermanfaat besar. Termasuk pemuda saya harapkan bisa berkoperasi, bisa memotivasi entrepreneur muda, sehingga nongkrongnya jadi produktif," harapnya.

Selain itu, dalam diskusi tersebut pihaknya juga berupaya memunculkan konsep-konsep Hindu yang dapat digunakan dalam konsep ekonomi saat ini. Politisi yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen PP KMHDI Pusat itu mengatakan dalam tradisi Hindu ada istilah-istilah perbankan yang bisa dikembangkan, misalnya mengenai bunga dengan besaran bunga yang diatur, konsep deposito, simpan pinjam, gadai, hingga bagi hasil.

"Kebetulan (dalam diskusi ini)kita kerjasama dengan koperasi yang baru tumbuh. Mereka ada semangat untuk mencoba menerapkan konsep-konsep itu agar bisa dicoba dengan istilah-istilah aslinya (Hindu,red). Nanti istilahnya mungkin akan menggunakan nama yang ke-Hindu-an," katanya.

Konsep-konsep itu tengah dikembangkan, dan terkait realisasinya tergantung pada masing-masing koperasi. "Termasuk pengaturan hasilnya (menurut Hindu,red) yang harus dibagi tiga yakni, dharma, arta, dan kama kita sempat kita diskusikan tadi,"jelasnya sembari mengatakan sejumlah koperasi turut serta dalam diskusi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan saat ini masyarakat membutuhkan koperasi yang unggul dan besar. Unggul yang dimaksud diukur dari segi manfaatnya untuk kepentingan ekonomi umat.

"Selain umat juga untuk pura dan pemberdayaan masyarakat lain. Harapan saya bagaimana koperasi ini bisa memiliki sistem kerja yang baik. Buatkan AD/ART, SOP, SOM yang baik dengan menerapkan teknologi. Bila perlu anggota bisa mengakses dari masing-masing, jadi bisa transparan tidak ada keraguan antar anggota,'' ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini tercatat ada 4980 koperasi di Bali yang 90 persen diantaranya dalam kondisi baik. Sebaran jumlah tertinggi terdapat di tiga kabupaten Gianyar, Badung, dan Denpasar.

"Tahun ini, dari 567 koperasi yang aktif, 196 kita rencanakan pembubaran. Dalam bulan April,Mei, Juni kita dari provinsi dan kabupaten akan cek dan usahakan agar bisa dihidupkan, kalau tidak kita rekomendasikan pembubaran dari kementerian," kata dia memungkasi.

Sumber :

Fajar Bali Kamis 26 April 2018

JAJAK PENDAPAT
AGENDA TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 66212 kali