TWITTER

OPINI
LINK TERKAIT
FPMHD Unud Gelar Diskusi Sambut 2019
Ditulis oleh : Putu Suryasih | 02 Januari 2019 - 13:33:15 WIB

Diskusi yang menghadirkan narasumber Berkompeten diantaranya, Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda, Prof. Dr. I Wayan Windhia, SH.,M.Si, dan Anggota DPD RI dapil Bali Gede Pasek Suardika (GPS) kompak mengatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) Hindu Bali perlu dievaluasi untuk memenangkan persaingan ditahun anyar ini.

Narasumber GPS mengatakan, Hal yang perlu dievaluasi adalah sumber daya manusia (SDM) Hindu di Bali kedepan memang perlu menyiapkan diri agar survive atau bertahan untuk berkompetisi dalam kehidupan dengan sistem yang jauh lebih canggih, tanpa batas, dan sifatnya global internasional.

"Kalau tidak seperti itu, tentu SDM muda di Bali akan tertinggal jauh. Jadi dia menyiapkan diri di tahun 2018 introspeksi diri untuk 2019 untuk menyiapkan diri bagaimana menjadi generasi muda yang tangguh untuk berkompetisi melawan kekuatan global, ujarnya.

Pasalnya, lanjut dia, dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) global seperti negara Fhilipina, Thailand, Malaysia semua memiliki SDM Pintar masuk ke Bali, dan masuk ke Indonesia. "Kalau manusia Bali tidak kuat, sudah pasti diambillah lahan dan kita hanya bisa marah-marah saja," sentilnya.

"Level kasar saja sudah diambil, China sudah masuk dan tidak bisa kita larang. Karena efek dari perjanjian sebelumnya. Masyarakat kita pun banyak yang bekerja diluar dan itu juga tidak bisa ia larang. Untuk itu, upaya menyiapkan diri berkompetisi yang bekerja keras menyiapkan kerja keras, dan yang pekerja cerdas menyiapkan diri berkompetisi dengan pekerja cerdas, "imbuhnya menyentil.

Adapun dinilai GPS letak kelemahan SDM Bali, seperti diungkapkan minat belajar yang masih lemah, dengan daya belajar membaca buku juga lemah. Mental untuk bertarung juga lemah. Karena kebanyakan terbiasa dengan zona aman atau nyaman. Seperti kita hidup disaerah pariwisata cenderung ke zona nyaman. Sementara untuk zona kompetisi atau pertarungan harus keluar dari zona nyaman.

Bukan kelemahan semata, masyarakat bali juga memiliki keunggulan tersendiri yaitu keunggulan SDM Bali karena bahan baku orang bali bagus, karena proses orang bali dilahirkan melalui proses ritual. Sejak kita belum lahir sudah diupacarai, selanjutnya sejak dalam kandungan, lahir, sampai kita dewasa terus ada upacara.

"Kayu sebagus apapun kalau tukang ukirnya tidak bagus atau menyimpan tidak bagus akan dihasilkan produk tidak bagus pula. Sebaliknya jika kayu bagus, penyimpanan bagus, tentu akan bernilai tinggi dibandingkan dengan sebelumnya, "ungkapnya.

Mahasiswa pun antusias mengikuti diskusi ini, dengan adanya interaksi antara narasumber dengan mahasiswa yang aktif menanyakan berbagai hal menyangkut masalah generasi muda Hindu, dan masalah-masalah kehidupan dimasyarakat

Sumber :

Fajar Bali Rabu, 02 Januari 2019 Halaman 7

JAJAK PENDAPAT
AGENDA TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 85599 kali