TWITTER

OPINI
LINK TERKAIT
Bersurat ke Presiden, GPS Apresiasi Sikap Politik Gubernur Koster
Ditulis oleh : Putu Suryasih | 02 Januari 2019 - 13:41:51 WIB

 Senator asal bumi Panji Buleleng Gede Pasek Suardika atau akrab disapa GPS, apresiasi langkah Gubernur Bali mengirim surat ke Presiden yang dilakukan kemarin, walaupun itu sedikit terlambat karena manuver investor lebih dulu masuk.

“Karena investor manuvernya lebih dulu dan Menteri Susi Pudji Astuti sudah kembali mengeluarkan ijin amdal. Ini terkesan lucu, pasalnya proses amdal sudah lewat, masa pertambahan waktu sudah lewat bahkan sudah kadaluarsa. Kok tiba-tiba dikeluarkan lagi walaupun disebut bukan izin reklamasi. Ini merupakan izin tahapan untuk keluarnya izin reklamasi.
Ini di blating lagi, sangat kita sesalkan,” ungkap GPS.

Upaya Gubernur bersurat ke presiden cukup bagus, merupakan bagian dari sikap politik. Walaupun ini telat, karena ini keburu keluar. Kalau ijin ini dibatalkan pasti digugat ke PTUN.

” Kalau sudah menggugat ke pengadilan, potensi penguasa uang akan lebih tinggi berpotensi menang.

Hal ini harus dicermati bersama, jangan dipandang setelah Gubernur menyerahkan surat ke Presiden urusan akan selesai?? Tidak. Karena izinnya sudah keluar duluan, sedangkan Perpres belum diganti. Perpres belum digantipun izin ada waktunya ia akan berjalan dengan siklus waktu,” paparnya.

Menurut GPS posisi seperti sekarang ini dipandang agak dilematis, sudah terlalu beban berat, Serangan, Benoa, Kuta, sudah direklamasi semua, dan kalau ditambah teluk Benua untuk totaliti semua untuk reklamasi. Saya kira arahnya harus ke konservasi, kalau bisa tekad bersama saja termasuk juga soal TPA Suwung ditata.

Selain menjadi problem, kawasan TPA Suwung yang merupakan menjadi satu area kawasan, Suwung dijadikan solusi juga bersamaan dengan mengkonservasi teluk Benoa dan kalau bisa menjadikan kawasan ini menjadi hutan bakau terbaik di dunia.

“Kalau kita ikthiarkan bersama nantinya bisa menjadi destinasi Wisata kedepan,”ujarnya.

Kalau dibangun wisata bakau, misalnya jenis bakau diseluruh dunia ditanam disana, nantinya akan menjadi daya tarik wisata tanpa merusak lingkungan. Tanpa harus diserahkan satu atau dua investor. Bagaimana pemerintah merubah Perpres ketika sudah mengeluarkan izin yang masih berlaku, sehingga nanti akan sulit.

“Apakah ini memang murni terlambat atau bagaimana harus kita cermati bersama. Mestinya itu keluar surat dulu, dan Menteri menahan untuk mengeluarkan izin. Sedangkan yang terjadi sekarang izin sudah keluar, dan akan berjalan siklus aturan dimana dia akan melakukan amdal ulang lagi, dan rakyat bali lelah untuk memikirkan itu, dan kalau terus itu dipikir nantinya ditempat lain jebol,” katanya.

Hal ini perlu dicermati bersama , meskipun terlambat, tetapi jauh lebih baik makanya saya apresiasi langkah politik bargaining yang cukup bagus sekalian untuk memperbesar daya juang kita menahan upaya investor untuk bergerak kearah amdal ulang lagi seperti dulu. Entah amdalnya darimana atau copy paste yang lama.

GPS menilai kelemahan ada pada Menteri Susi yang kita sesalkan. Sekarang dia mengeluh terkait reklamasi di kawasan Anyer, Jakarta, Pandeglang, dan sebagainya. Tetapi di Bali dibuka lagi reklamasi. Ini merupakan Sisi gelap dari keberhasilan Susi mengeluarkan izin di Benua.
Sumber :
https://www.balipuspanews.com/bersurat-ke-presiden-gps-apresiasi-sikap-politik-gubernur-koster.html

JAJAK PENDAPAT
AGENDA TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 81216 kali